Lena Raine Bocorkan Cuplikan Soundtrack Earthblade—Bikin Gemes Sekaligus Nyesek karena Game-nya Batal!

“Ini Baru 30 Detik, Tapi Udah Bisa Bikin Mata Berkaca-kaca”

Kalian ingat Celeste? Game platformer yang bikin kita semua terpukau sama gameplay-nya yang challenging sekaligus soundtrack-nya yang beyond epic? Nah, Lena Raine—sang komposer legendaris di balik musik Celeste—baru saja ngasih bocoran kecil dari proyek yang udah lama ditunggu-tungguEarthblade. Tapi tunggu dulu—ada kabar buruknya.

Cuplikan yang Bikin Hati Berdesir
Di akun Twitter-nya, Lena Raine nge-drop potongan 30 detik dari soundtrack Earthblade. Cuma 30 detik, tapi—ya ampun—suara flute yang melankolis, dentingan piano yang haunting, dan paduan synth yang nendang langsung bikin imajinasi melayang ke dunia fantasi gelap yang immersive. Seperti biasa, Lena ga main-main dalam menciptakan atmosfer. “Ini cuma teaser kecil,” tulisnya, “tapi semoga bisa ngasih gambaran tentang semesta Earthblade.”

Fans langsung rame-rame berkomentar: “Ini soundtrack buat game apa—ritual pemanggilan roh?” atau “Aku rela bayar mahal cuma buat dengerin full albumnya!“. Bahkan ada yang ngarepin: “Kalo game-nya batal, setidaknya soundtrack-nya dirilis dong!“.

Sayangnya, Realita Pahit Menghantam
Masalahnya? Earthblade—game eksplorasi 2D yang diumumin tahun lalu oleh studio Extremely OK Games (tim di balik Celeste)—ternyata dibatalkan. Kabar ini nyamper lewat postingan blog singkat yang isinya ngucapin terima kasih ke fans, tapi ga banyak bocorin alasan konkret. Padahal, dari trailer dan konsep yang udah kebayang, game ini promising banget: dunia misterius, mekanik eksplorasi non-linear, dan tentu saja—soundtrack Lena Raine yang bisa bikin merinding.

Kenapa Kita Semua Harus Sedih?
Batalnya Earthblade bukan cuma soal hilangnya satu game indie. Ini tentang hilangnya potensi kolaborasi magis antara gameplay tight ala Celeste dan musik Lena yang bisa nyerap emosi pemain. Bayangin aja—kalo 30 detik saja udah bisa bikin kita merem melek, gimana kalo full game-nya jadi?

Tapi, mungkin ada secuil harapan. Seperti Celeste yang awalnya cuma proyek sampingan, siapa tahu Earthblade bakal hidup lagi di bentuk lain. Atau minimal—seperti harapan fans—Lena mau ngasih soundtracknya standalone. Soalnya, dari cuplikan tadi, rasanya sayang banget kalo musik sekeren ini cuma jadi arsip di folder Lena.

Sementara Itu, Kita Bisa Apa?
Ya udah, sambil ngebet dengerin lagu lengkapnya, kita bisa replay soundtrack Celeste sambil berandai-andai: kapan ya indie game sekelas ini muncul lagi?. Atau ikutin terus perkembangan Lena Raine—siapa tahu dia kebagian proyek baru yang ga kalah epic.

Tapi, jujur aja—30 detik itu udah nancep di kepala. Dan sekarang, kita cuma bisa gigit jari: Earthblade, kapan kamu kembali?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

404 Not Found
404
Sorry, the page you visited does not exist.
It may be that the access link is wrong or the file does not exist.