“Bayangkan Avengers: Endgame versi gaming – itulah Spider-Man 2.” Kalimat itu terus terngiang setelah 30 jam menjelajah New York versi Insomniac Games. Tapi apakah game seharga Rp1.099.000 ini layak jadi GOTY 2023? Mari kita bedah layer per layer.
Ketika Swinging Bukan Lagi Sekadar Gerak Biasa
Mekanik berayun yang sudah near-perfect di seri sebelumnya kini dapat upgrade chef’s kiss. DualSense PS5 memberi feedback taktil yang genius: getaran halus di trigger R2 saat jaring spider menempel gedung, resistensi yang makin berat saat kecepatan mencapai 200km/jam. Hasilnya? Sensasi terbang yang bikin “5 menit lagi” berubah jadi 2 jam.
Tantangan muncul di misi stealth. Meski opsi taktis seperti web trap dan takedown aerial tersedia, AI musuh kadang terasa ngambek – ada kalanya mereka buta terhadap rekan yang terperangkap jaring di depan hidung sendiri.

Ray-Tracing yang Bikin Mata Berdecak
Insomniac pamer otot teknis di sini. Mode fidelity 4K/30fps dengan ray-traced reflections di setiap jendela gedung – bahkan di genangan air setelah hujan – menciptakan dunia yang ridiculously photorealistic. Di satu sisi, kami menemukan texture pop-in minor di distrik Queens saat terbang ultra-cepat.
Tabel performa singkat:
Mode | Resolusi | Frame Rate | Catatan |
---|---|---|---|
Fidelity | 4K | 30fps | Ray-tracing full, load texture lebih lambat |
Performance | 1440p | 60fps | RT off, lighting lebih flat |
Performance RT | 1800p | 40fps | Kompromi terbaik |
Narasi yang Menggigit Layaknya Comic Book
Jangan tertipu tampilan superhero colorful – cerita Peter Parker vs. Venom di sini lebih gelap dari kostum symbiote. Adegan Harry Osborne yang berjuang melawan kanker sambil tergoda kuasa Venom berhasil bikin lumpuh emosi. Sayangnya, beberapa twist utama bisa ditebak sejak act pertama, terutama bagi yang sudah baca komik aslinya.
Kelebihan & Kekurangan
- Kontroler DualSense meningkatkan imersi 300%
- Pertarungan bos epik alamet God of War (Lihat review Ragnarök untuk perbandingan)
- New York paling hidup sepanjang sejarah gaming
- Side mission repetitif di akhir chapter
- Frame rate drop minor di area Central Park
Verdict: 9/10 – The Definite Superhero Experience
Spider-Man 2 ibarat pizza pepperoni premium – familiar tapi sempurna dalam eksekusi. Cocok untuk:
- Trailer Silent Hill f Resmi Rilis: Horor Psikologis Jepang Kembali Menggigit!
- Cuan Ramadan dari Hobi Nge-Game, Bisnis Sewa Konsol Portabel Jadi Primadona
- Battlefield 7 Resmi Diumumkan! Bocoran Trailer dan Kabar Gembira: ‘Bisa Main Lebih Cepat dari Perkiraan
Peringatan: Siapkan stok kopi ekstra. Setelah adegan klimaks melawan Venom di Empire State Building, tidur hanyalah mitos.Bookmark messageCopy message